Polisi Beber Kronologi Kasus Pembunuhan Seorang Pengamen Tua di Teras Dealer Yamaha Gadang Kota Malang

Polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pengamen tua yang ditemukan meninggal bersimbah darah di teras Yamaha Gadang Kota Malang.
Polisi Beber Kronologi Kasus Pembunuhan Seorang Pengamen Tua di Teras Dealer Yamaha Gadang Kota Malang

Kota Malang, blok-a.com – Polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang pengamen tua yang ditemukan meninggal bersimbah darah di teras Yamaha Gadang Kota Malang.

Pengamen tua yang diketahui bernama Madi atau Mbah Madi (70) ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah dibagian wajah dan kepala pada hari Senin (27/11/2023) sekitar pukul 07.15.

Petugas yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke kamar jenasah RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum.

Penyelidikan pun dilakukan. Polisi memeriksa 11 saksi termasuk saksi kunci Sutopo (71) yang kemudian menjadi tersangka pembunuhan.

“Setelah melakukan penyelidikan, petugas pada hari Kamis (30/11/2023) malam berhasil menetapkan salah satu saksi dari 11 saksi yang diketahui bernama Sutopo (71) warga Dusun Sonotengah Desa Kebonnangung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto dalam rilis di halaman depan Mapolresta Malang Kota, Jumat (1/12/2023).

Danang pun menjelaskan kronologi pembunuhan yang dilakukan Sutopo ke Mbah Madi.

Awalnya, beberapa hari yang lalu korban atau Mbah Madi ini sudah mengumpulkan uang dari hasil mengamen. Uang itu berjumlah Rp 170 ribu dan masih kurang untuk membeli handphone. Akhirnya Mbah Madi meminjam uang ke Sutomo.

“Korban menyisikan uang untuk membeli handphone seharga Rp 200 ribu. Namun korban cuma punya uang Rp 170 ribu dan hutang kepada pelaku sebesar Rp 30 ribu,” imbuhnya.

Handphone pun dibeli ke seseorang. Namun setelah dibeli, Mbah Madi menemukan keresahan. Handphone itu ternyata rusak dan Mbah Madi ingin mengembalikan handphone itu.

Pada Minggu (26/11/2023), Mbah Madi lalu bertemu Sutopo di tempat mereka beristirahat berdua, yakni teras Yamaha Gadang Kota Malang.

Sutopo kala itu baru pulang dan hendak beristirahat di sana. Namun istirahat itu terganggu karena Mbah Madi bilang ke Sutopo ingin handphone itu dikembalikan ke penjual. Perdebatan pun muncul kala itu.

“Namun handphone yang dibeli korban tidak sesuai yang diharapkan (rusak) dan korban ingin mengembalikan namun sama  pelaku menasehati korban tidak bisa seperti itu, kalau orang jualan harus komitmen. Akhirnya terjadi cekcok antara korban dan pelaku,” sambung Danang.

Cekcok malam 23.00 Minggu (26/11/2023) itu pun bukan pertama kalinya. Namun ternyata malam perdebatan dua orang yang sudah tua itu merupakan terakhir kalinya.

Sutomo terlalu kesal malam itu. Lagi-lagi dia direndahkan oleh Mbah Madi. Dia merasa malam itu kesetanan hingga berpikir akan segera mengakhiri temannya itu.

Benar saja, niat jahat itu pun muncul. Sutopo pada pukul 02.00 Senin (27/11/2023) langsung mengambil batu paving. Batu paving itu ia hantamkan ke pelipis Mbah Madi. Pembunuhan di teras Yamaha Gadang Kota Malang pun terjadi. Mbah Madi bersimbah darah dan mati mengenaskan pagi dini hari itu.

“Pelaku tak terima dengan kata kata korban yang menyakitkan hati, hingga pelaku mengambil sebongkah paving di sekitar lokasi hingga dijatamkam ke pelipis sebelah kiri dan kepala bagian belakang korban,” ujarnya.

“Dan ini sesuai dengan hasil visum ada luka di bagian pelipis kiri, di bagian atas telinga kiri, bagian belakang kepala dan juga bagian leher yang patah akibat benturan benda tumpul yang mengakibatkan korban tewas di lokasi,” imbuhnya.

Atas perbuatannya Sutopo terancam hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup karena dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan. (bob)