Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Kepanjen Malang Merangkak Naik

Suasana Pasar Hewan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (blok-a.com / Berril Labiq)
Suasana Pasar Hewan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (blok-a.com / Berril Labiq)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, aktivitas perdagangan hewan kurban di Pasar Hewan Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai dipadati pedagang dan pembeli. Suasana pasar tampak ramai sejak pagi saat truk dan pikap pengangkut kambing datang silih berganti ke area jual beli.

Pantauan di lokasi, Rabu (13/5/2026), para penjual, pembeli, hingga blantik atau pengepul kambing saling berdesakan saat hewan-hewan baru tiba. Kambing yang turun dari kendaraan langsung dikerubungi untuk dicek kondisi fisik, bobot, hingga ditawar harganya.

Harga kambing layak kurban di pasar hewan saat ini berada di kisaran Rp2,8 juta hingga Rp3 juta per ekor. Pedagang menyebut harga tersebut mulai mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, meski belum terlalu signifikan.

Kenaikan harga diperkirakan akan semakin terasa saat mendekati Idul Adha, dengan selisih sekitar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per ekor.

Salah satu pedagang kambing, Kholifin (39), warga Pamotan, Kecamatan Dampit, mengatakan dirinya biasa membawa lima hingga sepuluh ekor kambing setiap hari pasaran.

“Kadang laku tiga ekor, kadang habis semua. Kalau habis ya kulakan lagi di pasar, kalau belum laku dibawa pulang lagi ke kandang,” katanya.

Menurutnya, keuntungan berjualan di pasar hewan tidak sebesar penjualan di lapak karena margin antar pedagang relatif kecil.

“Kalau di pasar untungnya sekitar Rp25 ribu sampai Rp50 ribu per ekor. Kalau di lapak bisa sampai Rp100 ribu sampai Rp250 ribu karena ada biaya pegawai dan operasional,” ujarnya.

Kholifin juga melihat tren pembeli kambing tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Banyak masyarakat mulai beralih memilih kambing kurban karena harga sapi terus mengalami kenaikan.

“Pembelinya sekarang lebih bagus karena banyak yang pindah ke kambing. Harga sapi makin mahal apalagi mendekati Idul Adha,” katanya.

Di lapaknya di kawasan Gadang, Kota Malang, harga kambing kurban dijual mulai Rp2 juta hingga Rp5 juta per ekor. Penjualan disebut akan semakin ramai menjelang hari raya.

“Kalau H-2 Idul Adha biasanya sudah ramai banget sampai sering kekurangan barang. Hampir setiap tahun pasti habis terjual,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pedagang asal Dampit lainnya, Kamuji (45). Ia mengaku rutin membawa sekitar tujuh ekor kambing setiap hari pasaran dengan ukuran besar hingga jumbo.

Kambing milik Kamuji dijual dengan harga mulai Rp4 juta hingga Rp6 juta per ekor karena ukuran dan bobotnya yang relatif besar.

“Biasanya bisa laku empat sampai lima ekor. Hasilnya dipakai kulakan lagi di pasar untuk dijual kembali,” katanya.

Meski pasar hewan menjadi tempat utama perputaran kambing kurban menjelang Idul Adha, kondisi pasar yang padat juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Hewan yang baru dibeli umumnya masih membutuhkan perawatan ulang setelah dipindahkan ke kandang maupun lapak penjualan.

Tidak sedikit kambing mengalami stres hingga sakit akibat perpindahan dan kondisi pasar yang ramai. Bahkan beberapa pedagang menyebut ada kambing yang mati setelah dibawa pulang dari pasar. (ber/bob)