Kota Malang, blok-a.com – Temuan limbah medis yang berserakan di saluran irigasi dekat Perumahan Emerald Garden, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, membuat warga sekitar resah. Limbah yang didominasi jarum suntik itu ditemukan pada Rabu (13/5/2026) dan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, pihaknya masih menelusuri asal limbah medis tersebut karena hingga kini belum diketahui berasal dari fasilitas kesehatan mana.
“Kami akan segera berkoordinasi, karena sampah medis ini termasuk limbah B3 dan penanganannya harus sesuai regulasi. Kami belum tahu dari mana limbah medis ini berasal, sehingga akan kami telusuri,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Husnul, limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan karena sudah masuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang berpotensi membahayakan lingkungan maupun makhluk hidup.
Ia menjelaskan, setiap rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas telah memiliki prosedur khusus dalam pengelolaan limbah medis, termasuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pemusnahannya.
“Kalau limbah medis, sudah ada prosedur pembuangannya. Sehingga di masing-masing faskes termasuk puskesmas, sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menangani limbah medis,” ungkapnya.
Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond menyampaikan, limbah medis tersebut telah dievakuasi oleh petugas Puskesmas Arjowinangun bersama pihak kelurahan dan DLH Kota Malang.
Dari hasil pemeriksaan awal, limbah medis itu diketahui masih dalam kondisi tersegel, belum terpakai, namun sudah kadaluarsa pada tahun 2023 dan 2024.
“Jenis limbah medisnya berupa jarum abocath dan ditemukan sebanyak dua kantong kresek,” bebernya.
Selanjutnya, limbah medis tersebut diamankan di TPS B3 milik Puskesmas Arjowinangun sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
“Tidak ditemukan label yang menunjukkan pemilik atau dari mana limbah medis itu berasal. Saat ini, limbah medis itu disimpan di TPS B3 Puskesmas Arjowinangun,” tandasnya.
Temuan tersebut pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar saluran irigasi. Diduga, limbah medis itu terbawa aliran air hingga tersangkut di lokasi tersebut.
Salah seorang warga, Frananto mengaku khawatir dengan keberadaan limbah medis itu karena berpotensi membahayakan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar area irigasi.
“Saya kebetulan lewat jalan sini, terus lihat kok banyak alat suntik berserakan. Tetapi saya kurang tahu, itu jelas dipakai atau belum,” jelasnya.
Menurutnya, limbah medis seperti itu seharusnya tidak dibuang sembarangan karena sangat berbahaya.
“Terkadang, banyak anak-anak kecil bermain dan mencari ikan di sini. Tentunya, ini sangat berbahaya sekali,” tambahnya.
Lurah Bumiayu, Mutho Sobirin membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi bersama petugas terkait.
“Kami mendapat laporan dari warga, bahwa di saluran irigasi dekat sawah menuju Perumahan Emerald Garden ditemukan limbah medis. Setelah itu, kami langsung mengecek ke lokasi,” terangnya.
Pihak kelurahan juga langsung berkoordinasi dengan DLH Kota Malang agar limbah tersebut segera ditangani sesuai prosedur.
“Kami sudah melapor ke tim DLH untuk dilakukan penanganan. Limbah medis itu nantinya ditangani dan dibuang sesuai prosedur dan SOP,” imbuhnya.
Ia menambahkan, saluran irigasi tersebut merupakan aliran air dari arah utara ke selatan yang digunakan untuk mengairi persawahan di kawasan Jalan Mayjen Sungkono hingga menuju wilayah Arjowinangun dan Bumiayu.
Namun hingga kini, sumber pembuangan limbah medis tersebut masih belum diketahui.
“Kalau dilihat sekilas, terlihat suntikannya masih baru dan dari laporan warga ini merupakan kejadian pertama kali,” pungkasnya. (bob)








