Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengimbau masyarakat yang hendak berlibur ke kawasan Malang selatan agar sementara waktu tidak melintasi ruas Jalan Gondanglegi-Balekambang. Imbauan itu disampaikan karena jalur tersebut masih dalam proses pembangunan dan perbaikan.
Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto mengatakan, pengguna jalan disarankan memilih jalur alternatif lain, khususnya saat libur Kenaikan Isa Al Masih yang diperkirakan meningkatkan arus kendaraan menuju destinasi wisata pantai di Malang selatan.
“Jalan Gondanglegi-Bantur masih dalam proses perbaikan, kami sarankan untuk melewati jalur alternatif lainnya,” kata Eko.
Adapun sejumlah jalur alternatif yang direkomendasikan yakni melalui Kepanjen–Pagak–Donomulyo, Sumberpucung–Kalipare–Donomulyo, serta Turen–Sumbermanjing Wetan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma menjelaskan, proyek pembangunan Jalan Gondanglegi-Balekambang mengalami penyesuaian target penyelesaian.
Semula proyek tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2026, namun kini diperpanjang hingga akhir tahun akibat sejumlah kendala teknis, salah satunya proses pembebasan lahan.
“Pengerjaan yang Lot B itu Insya Allah selesai di September ini sedangkan Lot A itu di Desember,” ujar Khairul yang akrab disapa Oong.
Ia menyebut, progres pembangunan jalan hingga bulan lalu telah mencapai sekitar 60 persen dan saat ini terus bertambah sekitar 5 hingga 10 persen.
Pembangunan jalan Gondanglegi-Balekambang sendiri terbagi menjadi dua paket pekerjaan atau lot. Lot A mencakup ruas Gondanglegi hingga Wonokerto sepanjang 16 kilometer, sedangkan Lot B menghubungkan Wonokerto hingga Simpang Balekambang sepanjang 14,48 kilometer.
Menurut Oong, keterlambatan pengerjaan dipengaruhi masih adanya ratusan bidang tanah yang belum selesai dibebaskan, khususnya di wilayah Lot A.
“Sudah ada penetapan lokasi (penlok), saat ini sisa 100 bidang tanah yang belum bisa dibebaskan dan akan segera tuntas,” jelasnya.
Pembebasan lahan tersebut dilakukan untuk mendukung pelebaran badan jalan beserta pembangunan drainase di sisi kanan dan kiri jalan. Nantinya, lebar jalan dirancang mencapai 13 meter, terdiri dari badan jalan selebar 11 meter dan drainase masing-masing satu meter di kedua sisi.
Proyek peningkatan jalan menuju kawasan wisata Malang selatan itu dibiayai melalui pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) atas usulan Pemerintah Kabupaten Malang dengan total anggaran mencapai Rp343,70 miliar. Rinciannya, Lot A diusulkan dengan anggaran Rp168,70 miliar, sedangkan Lot B sebesar Rp175 miliar. (yog/bob)








